Pasar Ikan, Tangkas

Posted: March 16th, 2009 under Kegiatan.
Tags: , ,

Tema : Sungai dan Danau ( Tanggal 23 maret 2009)

Tepat pada jam 8 pagi, setelah kegiatan senam selesai, para siswa Tangkas berteriak “ Horeeeee”, ketika pembimbing mengajak para siswa Tangkas untuk mengamati sungai yang ada di dekat sekolah.

Dengan membawa peralatan tulis dan selembar kertas, para siswa tangkas keluar dari kelas untuk menggunakan sepatu. Kegiatan dimulai dari depan sekolah dengan memasang-masangkan para siswa, beberapa siswa berteriak “ Cie…. “, ketika seorang siswa dipasangkan dengan lawan jenisnya.

Mereka berjalan menuju sungai dengan berpegangan tangan. Banyak celotehan-celotehan yang keluar dari mulut para siswa ketika mereka berjalan. Sanny berkata “ Itu kan rumahnya Maggie “, ketika mereka hampir mendekati rumah seorang teman. Lalu Noel menimpali perkataan temannya “ Noel udah pernah ke rumahnya Maggie “. “ Yang mana sih rumahnya Maggie “, ketika pembimbing bertanya dan Keysia menjawab “ Itu yang nomor 7 A, rumahnya Maggie “.

Sesaat sampai di depan taman, Fachry berkata “ Kakak, kita ngamatin taman aja yuk !’. Pembimbing bertanya “ Apa yang mau diamati di taman ?’, dan Fahcry menjawab “ Kita amati papan luncur aja, rumputnya juga bisa diamati “. Sebelum pembimbing menjawabnya, Keysia berkata “ Kan kalo sore, Maggie suka main di taman “.

Berjalan menuju sungai terus berlanjut, semua siswa menunjuk satu rumah dan berkata “ Inikan rumahnya Keysia “. Keysia berkata ketika ia melewati salah satu rumah yang tertutup rapat “ Kakak, rumahnya kan udah engga ditempatin lagi, udah kosong “. Pembimbing bertanya “ kenapa rumahnya kosong ?”, dan ia menjawab “ Orangnya udah meninggal, meninggalnya karena kakinya digigit sama tikus, orangnya laki-laki “. ia berkata dengan menunjuk rumah tersebut.

Sesampainya di sungai, para siswa tangkas kembali berkomentar “ Kakak, kita ngapain disini ?’, “ Kakak….duduknya dimana ?”, “ Kakak…. gimana cara menulisnya ?”. Pembimbing hanya berkata “ Kita kesini mau apa sih “, “ Coba teman-teman fikirkan bagaimana caranya supaya teman-teman bisa menulis “. Kebingungan terlihat diwajah para siswa tangkas, mereka terlihat cemas saat mereka melihat tanah yang basah yang ada dipinggiran sungai, tetapi tanpa merasa jijik atau kotor  mereka mengamati sungai tersebut dengan posisi yang mereka pilih sendiri, ada beberapa siswa yang langsung duduk di atas rumput-rumput dan ada beberapa siswa dengan cara jongkok dan menaruh kertas di bagian pukung teman yang ada di depannya.

Banyak cara yang dapat mereka buat untuk mengamati sungai tersebut, seperti dengan membuat cerita dan membuat peta pikiran. Setelah para siswa selesai mengamati keadaan sungai, pembimbing meminta mereka untuk menuliskan pertanyaan tentang sungai tersebut. Banyak pertanyaan yang dapat mereka ajukan, contohnya Bagas, ia menuliskan pertanyaan “ Kenapa di sungai banyak tumbuh kangkung ?’, atau Noel yang bertanya “ Kenapa banyak capung “, tidak ketinggalan Puja yang memberikan pertanyaan “ Kenapa banyak sampah di sungai “.

Kegiatan berlanjut menuju pasar ikan, dengan berpegangan tangan para siswa tangkas menuju pasar ikan, mereka dapat berjalan dengan teratur dan tetap saling berpegangan.Sesampai di pasar ikan ternyata temapat tersebut belum dapat dibuka sebelum jam 10 pagi, kekecewaan kembali terlihat di wajah para siswa. Pembimbing hanya memberikan pendapat kepada para siswa “ Bagaimana nih, pasar ikannya baru buka jam 10, sedangkan jam 10 teman-teman sudah harus pulang ?’. Sannya menjawab “ Ya… engga apa-apa deh kita tunggu aja di sini “. “ Tapikan panas “, pembimbing kembali memberikan pendapat. “ Ya udah kalau gitu belinya di pasar aja “, Sami memberikan usulan . “ Siapa yang mau beli ?”, tanya pembimbing. “ Kakak Dimas sama Kakak Feby aja yang beli di pasar “, Shiva tidak mau ketinggalan memberikan pendapat. Pembimbing hanya berkata “ Memang udah tanya kakak Dimas sama Kakak Feby “. Semua para siswa mengalihkan pandangannya kepada kakak Dimas dan kakak Feby, mereka kembali kecewa ketika kedua kakak tersebut menggelengkan kepalanya. Pembimbing memberikan usulan “ Bagaimana kalau kita balik dulu ke sekolah terus bertanya sama kakak Ayu atau Kakak Yanti, boleh engga kalau jam 10 nanti kita balik “, kekecawaan para siswa terlihat hilang sambil berkata “ Ya udah kita tanya kakak Ayu dulu “.

Sesampainya di sekolah, seorang siswa lalu menghampiri kakak Ayu untuk meminta ijin agar dapat kembali ke pasar ikan, tepat jam 10 nanti.Setelah para siswa makan, minum dan mengerjakan tugas-tugas disekolah hingga jam 10, para siswa tangkas kembali bersiap-siap untuk pergi ke pasar ikan. Fachry berkata “ Engga ah…aku engga mau ikut lagi “, “ Kenapa Fachry engga mau ikut ?’, tanya pembimbing dan ia menjawab “ Habisnya panas, aku cape “. Pembimbing hanya menjawab “ Ya udah kalau Fachry engga mau ikut, aku engga paksa “, tetapi ketika semua teman-temannya turun, ia tidak mau tertinggal, ia menggunakan sepatunya dan mencari pasangannya untuk berjalan menuju pasar ikan.

Sesampainya di pasar ikan, Kakak Ayu berkata “ Kita udah minta ijin belum, siapa yang mau minta ijin ?”, Sami mengangkat tangannya dan berkata “ Aku aja yang minta ijin “. Ia mendekati seorang pegawai pasar ikan yang terlihat sibuk merias wajahnya dan Sami bertanya “ Kakak, boleh engga mau, kita mau beli ikan “. Pegawai tersebut menganggukan kepalanya dan berkata “ Tunggu sebentar ya, ditanya dulu “, dengan menghentikan kegiatannya pegawai tersebut masuk ke dalam pasar ikan dan beberapa saat kemudian pegawai tersebut kembali menemuai para siswa tangkas dengan seorang rekannya. Dan rekannya terseebut bertanya “ Mau apa ?”, para siswa tangkas menjawab “ Mau beli ikan “. Setelah mendapatkan ijin, para siswa tangkas masuk ke dalam pasar ikan. Ikan yang mereka temui pertama-tama adalah udang, Kakak Ayu berkata “ Coba hitung kaki udangnya ada berapa ?”, semua siswa tangkas menaruh jari telunjuk mereka pada akuarium saat menghitung jumlah kaki udah . Beberapa siswa berkata “ Ya…ya….ya…”, ketika udah berjalan dengan cepat dan mereka belum sempat untuk menghitung jumlah kaki udang. Tempat kedua yang mereka hampiri adalah tempat kepiting, lalu ikan kakap, ikan gurame, ikan malas, ikan mas dan kembali akuarium tenpat udang. Selanjutnya siswa tangkas menuju tempat penjualan ikan yang sudah mati dan diberi es, mereka membaca semua nama-nama ikan yang terdapat di sana. Pembimbing meminta mereka untuk bertanya ikan apa saja yang hidup di air tawar. Dan Noel adalah siswa pertama yang mengajukan pertanyaan tersebut “ Ikan yang hidup di air tawar ikan apa saja ?”, seorang pegawai pasar ikan menjawab pertanyaannya dengan menyebutkan beberapa ikan, seperti ikan gurame dan ikan mas.
Kakak Ayu memberikan pilihan kepada para siswa ikan apa yang ingin mereka beli. beberapa para siswa memilih ikan mas dan siswa yang lain memberikan usulan untuk membeli ikan gurame dan akhirnya pilihan jatuh kepada ikan gurame, setelah menanjakan harga ikan tersebut, seorang pegawai pasar ikan mengambil ikan yang diminta para siswa. Para siswa tangkas berteriak ketika air keluar dari dalam akuarium. Ikan yang telah dipilih lalu dibersihkan dan pegawai pasar ikan memberikan usulan agar ikan tersebut dibentuk menjadi bentuk kupu-kupu dan semua para siswa tangkas setuju untuk usulan tersebut.

Babang membawa ikan tersebut ke kasir untuk pembayaran dengan ditemani oleh Rita, uang diberikan ke kasir dan para siswa mendapatkan uang kembali pembelian ikan. Para siswa mengucapkan terima kasih saat mereka akan kembali ke sekolah.

Sesampainya di sekolah ikan tersebut di berikan kepada Ibu yati untuk dibersihkan, diberi bumbu lalu dimasak, mereka mengamati Ibu Yati saat ikan yang telah dibeli diberi bumbu dan Ibu Yati mendemokan pembumbuan ikan dengan sangat tepat. Ketika wajan yang telah berisikan minyak panas, para siswa dengan sangat teratur menaiki tangga untuk melihat Ibu Yati mengoreng ikan, Untuk menunggu ikan matang, Kakak Ayu meminta para siswa Tangkas untuk mengatur piring, sendok dan nasi. Nasi dituang ke dalam piring dan setelah matang ikan dipotong menjadi beberapa bagian. Para siswa menikmati ikan tersebut dan hampir semua para siswa menambahkan nasi dan ikannya, setelah makan tidak lupa mereka mencucu piring-piring yang telah mereka gunakan dan menyapu lantai hingga bersih setelah semuanya selesai barulah mereka pulang.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment