| Karakteristik Fisik | Kegiatan Bermain yang diButuhkan |
|
Pengalaman dalam berbagai aktivitas untuk kekuatan, kecepatan, kepekaan, mengelak, berputar dan keseimbangan |
| Koordinasi mata dan tangan belum sempurna dan sedang berkembang | Pengalaman dalam berbagai gerakan melempar, menangkap, dan lari |
| Cepat lelah, tetapi cepat pulih lagi | Kegiatan-kegiatan diusahakan singkat lalu istirahat |
| Waktu reaksi lambat | Kegiatan yang bervariasi agar mereka mempunyai peluang untuk memilih |
| Anak yang cenderung melakukan hal-hal yang berbahaya | Permainan-permainan yang sedikit mengandung bahaya |
| KARAKTERISTIK SOSIAL EMOSIONAL | KEGIATAN BERMAIN YANG DIBUTUHKAN |
| Individual, egosentrik, ingin semaunya sendiri | Bermain dalam kelompok kecil. Memahami kemampuan sendiri dan teman seregunya |
| Hasrat besar terhadap hal-hal yang bersifat drama, khayal dan meniru-niru sesuatu yang berirama | Permainan yang mengembangkan imajinasi seperti meniru gerakan-gerakan hewan, alam, orang-orang yang bekerja, gerakan dengan irama (ritmik) |
| Ingin berpartisipasi, senang menjadi pusat perhatian | Bermain dalam kelompok kecil dan adanya giliran untuk berperan |
| Kemampuan memusatkan perhatian dan kemampuan berpikir terbatas | Bermain dengan peraturan yang sederhana dengan waktu yang tidak terlalu lama. |
| Hasrat berkreasi tinggi | Permainan yang memberi peluang untuk pengembangan kreativitas |
Posts Tagged ‘bermain’
PERKEMBANGAN ANAK TK DAN KEBUTUHAN BERMAINNYA
MENONTON
- Yang sering ditonton anak-anak adalah kartun
- Pastikan diseimbangkan kegiatan menonton dengan aktifitas yang lain
- Pastikan tayangan yang mendidik dan bervariasi
- Pastikan tayangan yang sesuai usia, bebas dari kekerasan dan steterotype gender yang salah
Media (TV) menjadi positif, bila
- Ada muatan edukatif
- Ada unsur entertaint, dalam arti jika anak-anak dihibur ada olah rasa yang terjadi dan mendapatkan keceriaan dan pencerahan
- Dikonsumsi secara proporsional
- Pendampingan, ada tempat bertanya Read & Comment ›››
Makna Bermain bagi Perkembangan Anak Usia Dini.
Bermain merupakan wahana belajar untuk mengeksplorasi lingkungan yang dapat mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, dan sosial-emosional anak. Di samping itu, bermain juga mengembangkan individu agar memiliki kebiasaan-kebiasaan baik, seperti tolong-menolong, berbagi, disiplin, berani mengambil keputusan dan bertanggungjawab. Bermain dapat mengembangkan kemampuan berimajinasi dan bereksplorasi. Oleh karena itu, pendidik PAUD perlu memahami makna bermain agar mampu mengembangkan permainan dan menciptakan suasana yang mengundang dan keasyikan bermain yang mendorong anak belajar.
Guru perlu menyiapkan lingkungan kegiatan bermain yang bermakna, aman, nyaman dan dapat menarik minat anak untuk belajar secara alami. Pada saat anak melaksanakan beragam permainan dan bermain dengan berbagai media, guru berpartisipasi dan berinteraksi untuk meningkatkan kemampuan berpikir anak, di samping memberi penguatan dengan berbagai bentuk. Oleh karena itu, alat permainan edukatif merupakan salah satu komponen pokok dalam program pendidikan anak usia dini. Read & Comment ›››
Recent Comments