Posts Tagged ‘anak’

PERKEMBANGAN ANAK TK DAN KEBUTUHAN BERMAINNYA

By Yanti Depe on February 3rd, 2010
Karakteristik Fisik Kegiatan Bermain yang diButuhkan
  • Perkembangan agak lambat dibandingkan periode sebelumnya
  • Otot-otot besar lebih dulu dan berkembang
Pengalaman dalam berbagai aktivitas untuk kekuatan, kecepatan, kepekaan, mengelak, berputar dan keseimbangan
Koordinasi mata dan tangan belum sempurna dan sedang berkembang Pengalaman dalam berbagai gerakan melempar, menangkap, dan lari
Cepat lelah, tetapi cepat pulih lagi Kegiatan-kegiatan diusahakan singkat lalu istirahat
Waktu reaksi lambat Kegiatan yang bervariasi agar mereka mempunyai peluang untuk memilih
Anak yang cenderung melakukan hal-hal yang berbahaya Permainan-permainan yang sedikit mengandung bahaya
KARAKTERISTIK SOSIAL EMOSIONAL KEGIATAN BERMAIN YANG DIBUTUHKAN
Individual, egosentrik, ingin semaunya sendiri Bermain dalam kelompok kecil. Memahami kemampuan sendiri dan teman seregunya
Hasrat besar terhadap hal-hal yang bersifat drama, khayal dan meniru-niru sesuatu yang berirama Permainan yang mengembangkan imajinasi seperti meniru gerakan-gerakan hewan, alam, orang-orang yang bekerja, gerakan dengan irama (ritmik)
Ingin berpartisipasi, senang menjadi pusat perhatian Bermain dalam kelompok kecil dan adanya giliran untuk berperan
Kemampuan memusatkan perhatian dan kemampuan berpikir terbatas Bermain dengan peraturan yang sederhana dengan waktu yang tidak terlalu lama.
Hasrat berkreasi tinggi Permainan yang memberi peluang untuk pengembangan kreativitas

MOTORIK HALUS

By Yanti Depe on February 3rd, 2010

Penulis : Hirmaningsih (Dosen UIN Pekanbaru)

Perkembangan motorik halus anak penting bagi masa depannya kelak. Orang tua bisa mengoptimalkannya sejak dini?

“Atu, ua, iga, berhacil”! Andi (2,5 tahun) berteriak girang setelah menyusun empat baloknya. Keberhasilan Andi memang bukan hal yang luar biasa. Tapi, ini merupakan bagian dari pencapaian perkembangan motorik halus yang sangat penting.

Kemampuan motorik halus adalah kemampuan seorang anak melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pengendalian gerak dan kemampuan memusatkan perhatian. Semakin muda usia anak, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk berkonsentrasi pada kegiatan yang berkaitan dengan kemampuan motorik halus. Read & Comment ›››

MENONTON

By Yanti Depe on February 3rd, 2010
Penulis : Hirmaningsih (Dosen UIN Pekanbaru)
  • Yang sering ditonton  anak-anak adalah kartun
  • Pastikan diseimbangkan kegiatan menonton dengan aktifitas yang lain
  • Pastikan tayangan yang mendidik dan bervariasi
  • Pastikan tayangan yang sesuai usia, bebas dari kekerasan dan steterotype gender yang salah

Media (TV) menjadi positif, bila

  1. Ada muatan edukatif
  2. Ada unsur entertaint, dalam arti  jika anak-anak dihibur ada olah rasa yang terjadi dan mendapatkan keceriaan dan pencerahan
  3. Dikonsumsi secara proporsional
  4. Pendampingan, ada tempat bertanya Read & Comment ›››

MEMBACA

By Yanti Depe on February 3rd, 2010
Penulis : Hirmaningsih (Dosen UIN Pekanbaru)
  • Yang sering dibaca anak-anak adalah komik dan cerita bergambar
  • Pastikan diseimbangkan kegiatan membaca dengan aktifitas yang lain
  • Pastikan bacaan bervariasi
  • Pastikan bacaan sesuai usia, bebas dari kekerasan dan steterotype gender yang salah

Bisa membaca di usia dini mungkin bukanlah segalanya. Ada hal yang lebih penting dari kemampuan membaca, yang justru agak sering terlewatkan, yaitu bagaimana membuat anak-anak senang dengan buku dan kegiatan membaca. Jika pembentukan kebiasaan membaca kurang dibangun, tak jarang, ada anak yang sudah bisa membaca tetapi tidak tertarik dengan buku.
Akan tetapi, tidaklah pula berlebihan jika orang tua mulai menyediakan media belajar membaca (apapun itu) pada saat anak-anak terlihat begitu antusias dengan buku dan kegiatan membaca, meskipun mereka masih berusia balita atau bahkan batita. Kontroversi tentang hal tersebut memang masih selalu hangat dibicarakan dan tak pernah ada habisnya dari waktu ke waktu. Beberapa pihak bahkan melarang orang tua atau guru untuk mengajarkan keterampilan membaca pada usia dini, dengan alasan takut anak-anak jadi terbebani, sehingga mereka menjadi benci dengan kata “belajar”. Read & Comment ›››

BERNYANYI

By Yanti Depe on February 3rd, 2010

Penulis : Hirmaningsih (Dosen UIN Pekanbaru)

Ada dua bentuk

  1. Bernyanyi pasif: artinya anak hanya mendengarkan suara nyanyian dan musik dan menikmatinya tanpa terlihat secara langsung dalam kegiatan nyanyian
  2. Bernyanyi aktif: artinya anak melakukan secara langsung kegiatan menyanyi, baik melakukan sendiri, mengikuti atau bersama-sama

Manfaat bernyanyi

  1. Memberikan suasana tenang
  2. Mengasah emosi
  3. Membantu menguatkan daya ingat
  4. Mengasah kemampuan apresiasi, improvisasi, imajinasi dan kreasi
  5. Sebagai alat bantu belajar Read & Comment ›››

BERCERITA / MENDONGENG

By Yanti Depe on February 3rd, 2010
Penulis : Hirmaningsih (Dosen UIN Pekanbaru)
  • Bercerita adalah penggambaran tentang sesuatu secara verbal. Bercerita merupakan stimulus yang dapat membangkitkan anak terlibat secara mental
  • Melalui bercerita, anak di ajak berkomunikasi, berfantasi, dan berkhayal serta mengembangkan kognitifnya. Aktivitas mental anak dapat melambung, melanglang buana melampaui isi cerita itu sendiri. Dengan bercerita juga melatih perkembangan emosi anak

Bercerita dapat dilaksanakan dalam beberapa bentuk

  1. Bercerita tanpa alat peraga, hanya mengandalkan kemampuan verbal orang yang memberikan cerita
  2. Bercerita dengan menggunakan alat peraga seperti boneka, gambar, atau benda peraga dll
  3. Bercerita dengan menggunakan buku cerita
  4. Bercerita dengan menggunakan bahasa isyarat atau gerakan
  5. Bercerita melalui alat pandang dengar yaitu berupa kaset, TV, dsb Read & Comment ›››

PERMAINAN GERAKAN

By Yanti Depe on February 3rd, 2010

Penulis : Hirmaningsih (Dosen UIN Pekanbaru)

Yang perlu diperhatikan;

♦       Waktu

♦       Beban / kerumitan

♦       Alur gerakan (sederhana sampai kompleks)

Tingkatan kesulitan gerakan

  1. Cara berjalan, mengangkat tangan / kaki dan berlari perorangan
  2. Berjalan dan berlari secara bersama (berdua)
  3. Berjalan, berlari dengan berbagai cara (lebih dari dua)
  4. Melompat ke berbagai arah secara individual
  5. Melompat ke berbagai arah secara bersama (dengan teman)
  6. Gerakan kombinasi berjalan, berlari, melompat secara individual
  7. Gerakan tubuh dengan alat bantu
  8. Melakukan gerakan-gerakan fantasi menurut cerita (senam fantasi)
  9. Melakukan gerakan-gerakan tubuh berdasarkan lirik lagu (gerak dan lagu) Read & Comment ›››

tentang PAUD (lagi)

By Yanti Depe on January 27th, 2010

PAUD (pendidikan anak usia dini) mencakup pendidikan formal (TK & RA) maupun informal (KB, PG, home schooling, community based education, kegiatan belajar di POSYANDU, dll)

PAUD yang digalakkan oleh pemerintah adalah PAUD dalam arti luas, sebagaimana yang saya jelaskan di atas. Bukan PAUD yang diartikan secara salah selama ini, yaitu alternatif selain TK dan RA. Read & Comment ›››

Apa itu Hambatan pada Perkembangan Anak?

By Yanti Depe on January 26th, 2010

Penulis : Hirmaningsih (Dosen Psikologi UIN – Pekanbaru)

Hambatan perkembangan adalah permasalahan anak yang mengalami gangguan perkembangan dan mempunyai kesulitan untuk berkembang secara optimal, padahal di sisi lainnya anak bisa berkembang secara normal dan sangat cerdas diatas rata-rata,oleh sebab itu orangtua harus menyadari hal ini sejak dini.

Bagian-bagian yang biasanya tidak berkembang dengan baik pada umumnya adalah:

  • Gerakan fisik (koordinasi), pola geraknya terganggu,
  • Perilaku (psikis) terhambat,
  • Visual-motoriknya terganggu,
  • Proses auditorinya terganggu,sehingga pemahaman bahasa terhambat,
  • Persepsi dan Motorik yang berhubungan langsung dengan sensori (Pemberian respons). Read & Comment ›››

Peta Perkembangan Anak Usia Dini

By Yanti Depe on January 23rd, 2010

Seorang guru PAUD, dipersyaratkan   memiliki wawasaan  yang memadai tentang prinsip-prinsip perkembangan anak, yang mencakup seluruh aspek perkembangan  anak usia dini. Ia juga harus mengetahui  perbedaan  individual anak  asuhnya  karena  tidak  ada  dua anak  yang  sama  walaupun  berada  pada tahap perkembangan yang sama. Perbedaan individual mencakup aspek jender, temperamen, minat, gaya belajar, pengalaman hidup, budaya, dan juga kemungkinan   kelainan   atau   kekhususan   yang   dimiliki.   Wawasan   ini   akan memandu  guru  dalam  melaksanakan   tugas  untuk  mengembangkan   potensi setiap   anak usia   dini   secara optimal   dalam bentuk pengasuhan   dan pembimbingan. Wawasan tentang peta perkembangan secara menyeluruh membantu guru untuk menemukan alasan mengapa perilaku anak seperti itu dan memprediksi  apa yang akan terjadi dengan anak-anak    tersebut.

NASKAH AKADEMIK PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PG-PAUD) DEPDIKNAS