By Yanti Depe on August 30th, 2009
beberapa saat setelah diumumkan sebagai pemenang, tawaran masuk silih berganti
mulai dari yang ingin membajak diriku sampai ke seberang pulau sampai yang ingin waralaba Bintang Bangsaku …
ada yang ber-sms, telepon, kirim email, chatting, sampai datang untuk ngobrol tentang pendidikan anak usia dini …
ya … akhirnya saya sadar betul … kemenangan tersebut memang berefek panjang …
kemarin, saya sampai di satu titik di mana tidak bisa berkata apa-apa … karena di dalam kepala dan hati saya, pendidikan sama dengan air, yang merupakan hak bagi semua orang …
sungguh …
saya bingung ketika ada yang bertanya “Berapa harus kami bayar untuk dapat memperoleh lisensi Bintang Bangsaku?” atau “Berapa biaya konsultasi-nya?” atau bahkan “Berapa harga seluruh perangkat pembelajaran dan pengelolaan Bintang Bangsaku kalau kami tidak dapat waralabanya?”
duh …
andaikan saya boleh menjawab;
“tidak ada biaya … silakan bertanya apa pun, silakan meminta apa pun … akan saya bantu semaksimal yang saya bisa …”
sayang …
ketika jawaban itu saya berikan, banyak yang merasa tidak nyaman (pekewuh kalau bahasa jawanya; sungkan kalau Indonesianya), ada yang merasa keberatan, dan ada yang merasa saya tidak menghargai karya intelektual tim Bintang Bangsaku …
entahlah …
sampai saat ini saya masih bingung …
idealisme atau apa yang harus saya jadikan pijakan saat ini?
salam,
Yanti D.P.
Share on Facebook
Recent Comments