PAUD (pendidikan anak usia dini) mencakup pendidikan formal (TK & RA) maupun informal (KB, PG, home schooling, community based education, kegiatan belajar di POSYANDU, dll)

PAUD yang digalakkan oleh pemerintah adalah PAUD dalam arti luas, sebagaimana yang saya jelaskan di atas. Bukan PAUD yang diartikan secara salah selama ini, yaitu alternatif selain TK dan RA.

PAUD yang sesungguhnya memang sangat penting mengingat pertumbuhkembangan anak yang sangat pesat pada usia 0 – 8 tahun. Masa yang sangat penting bagi pembentukan karakter dasar.

Nah, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, PAUD bisa dilakukan oleh siapapun, termasuk oleh orang tua. Keluarnya permendiknas nomor 58 tahun 2009 hanya memberikan panduan bagi semua pihak yang terkait, terutama tentang tahap-tahap perkembangan anak dan bagaimana menjadi pendidik yang berkompeten dalam membantu anak-anak itu bertumbuhkembang.

Kita memerlukan panduan tersebut, terutama agar kita tidak salah dalam membimbing anak-anak. Biasanya, kesalahan utama adalah menuntut anak dari segi kognitif, meredam kebutuhan konatif (gerak/tingkah laku), dan mengabaikan kebutuhan afektifnya (emosi).

Salah satu yang disayangkan adalah kurangnya pemahaman para birokrat di lapangan walaupun secara konsep apa yang ideal sudah diupayakan oleh direktorat dengan mengundang berbagai pakar maupun praktisi dan birokrat yang memahami dunia pendidikan anak usia dini …

Kelemahan utamanya tentu saja di bagian sosialisasi mengenai PAUD itu sendiri … sehingga terjadilah salah kaprah dalam pelaksanaannya, minimal dalam penggunaan istilah PAUD itu sendiri …

Jika berbicara mengenai edukasi untuk orang tua dalam hal PAUD, walaupun pemerintah sendiri belum punya program yang khusus untuk hal ini, namun sudah banyak pihak swasta yang mencoba melakukan terobosan …

Sayangnya, terobosan itu masih bersifat individual (organisasi), yang tentu saja membawa kepentingannya masing-masing … masih sangat jarang saya lihat organisasi yang benar-benar bertujuan untuk edukasi ortu tanpa embel2 biaya (yang jauh melebihi biaya produksi/pelaksanaan) …

Andaikan organisasi2 itu saling berkolaborasi, bukannya saling mencari pembenaran masing-masing atas “kebenaran” yang diyakininya, saya yakin pada akhirnya pemerintah juga akan tergerak untuk melaksanakan program edukasi ortu dalam bidang PAUD secara nasional …

Sebenarnya, secara tidak langsung, hal ini sudah dilakukan oleh pemerintah melalui UU Sisdiknas-nya, di mana ada komponen komite sekolah dan dewan sekolah yang di dalamnya terdapat unsur orang tua dan pemuka masyarakat setempat …

Namun, sayangnya, keberadaan komite dan dewan sekolah juga disalahkaprahkan sebagai alat untuk memperoleh dana tambahan atau kemudahan-kemudahan dalam pemerolehan fasilitas sekolah …

Padahal … di dalam komite maupun dewan sekolah, unsur edukasi seluruh elemen sekolah (anak, ortu, guru, karyawan, masyarakat sekitar) juga termasuk dalam lingkup kerjanya ..

Jadi … memang benar … pelaksanaan yang salah kaprah ini menjadikan keberadaan komite/dewan sekolah sangat jauh kualitas kinerjanya dibandingkan dengan negeri sakura … yang “guyup” dan peduli terhadap pendidikan anak beserta seluruh elemen sekolah …

Kehadiran page “Peduli PAUD” dan Bintang Bangsaku di FB selain blog ini diharapkan selain memberikan referensi-referensi yang dapat dipercaya sekaligus untuk meluruskan pandangan-pandangan yang salah mengenai PAUD agar jangan sampai ada guru yang masih saja bingung (atau bahkan salah) dalam istilah2 resmi yang digunakan di Indonesia.
salam, Yanti D.P.

Salam, Yanti D.P.

Share this post

8 Comments

  1. masih inget dulu namanya pernah jadi PADU.. pendidikan anak dini usia… :D

    January 28, 2010
  2. Yanti D.P.

    iya, itu nama yang menterjemahkan istilah early childhood education dan agak2 maksa supaya enak singkatannya … hehehe …

    January 28, 2010
  3. yuni

    aku dah lama aktif di PAUD dari waktu namanya PADU tapi ko susah banget ya ngelurusin pemahaman tentang PAUD itu sendiri, apa lagi kalo ngedenger ada orang tua yang bilang “anak saya sekolah di PAUD bukan di TK….” kayanya gereget banget tapi ya gitu emang harus ada sosialisi lebih sering terutama untuk orang tua yang mendartarkan anaknya di lembaga pendidikan anak baik yang formal maupun non formal soo….

    January 28, 2010
  4. Yanti D.P.

    mari lanjutkan perjuangannya …

    January 28, 2010
  5. Mayang Anggi

    hallo..aku sdh 3 thn mengajar di PAUD yang dinaungi PKBM..nama PAUD nya DAHLIA MANDIRI.aku bnyk membaca dan mempelajari dunia PAUD,termasuk artikel ini,,tetapi memang blm menguasai…apalagi cara memisahkan orang tua anak yg ikut ke dalam kls…menurut ibu bagaimanaa??

    January 29, 2010
  6. Abduloh

    Ass. Saya tertarik sekali dengan adanya PAUD dan Insya Allah skripsi saya tentang PAUD, tetapi saya masih kekurangan referensi tentang PAUD. Untuk itu saya mohon bantuan Ibu Yanti. D.P.. Demikian atas bantuannya, semoga dunia pendidikan kita lebih maju lagi khususnya PAUD & sukses selalu untuk Ibu Yanti .D.P. Wass.

    Abduloh
    087870452004

    February 1, 2010
  7. Trie B

    Saya berlatar belakang pendidik. Karena satu dan lain hal, sekarang ini saya tak lagi mengajar. Tetapi, jiwa pengajar saya masih kuat pada diri saya. Saya berminat sekali mengetahui lebih jauh tentang apa dan bagaimana PAUD itu. Dan saya berniat akan mempraktekannya di lingkup kampung tempat sekarang saya tinggal. Kebetulan, saya punya waktu yang cukup longgar dan saya yakin, bila ada bimbingan teknisnya, Insyya Allah akan bermanfaat. Saya berpendapat, wahana PAUD adalah dasar pendidikan yang sangat efektif untuk menanamkan budaya bangsa kita yang hampir tergerus oleh dahsyatnya gelombang pengaruh modernisasi dan globalisasi yang sering menjadi kekhawatiran kita semua. Untuk Bu Yanti DP, mohon bimbingannya. Terimakasih.

    February 2, 2010
  8. Kami dari Bamboomedia ingin mengundang Bintang Bangsaku untuk bergabung di website kami http://www.bamboomedia.net/bmkids

    SEGERA…Dapatkan manfaatnya dan Registrasi Gratis.

    April 21, 2010

Leave a Reply