hmm … ada banyak hal yang menyebabkan anak mogok sekolah … yang dapat menebak dengan persis alasannya hanya si anak, teman-temannya, dan gurunya …

jadi kalau saya ditanya, bingung deh jawabnya … hehehe

tetapi secara umum, bisa disebutkan beberapa alasan yang “mungkin” jadi penyebab anak tidak mau sekolah selain karena sakit:

1. kebosanan yang akut atas kegiatan di sekolah dan kebetulan “rumah” menjadi surga permainan, biasanya karena ada stimulus:
a. salah satu ortu yang biasanya bekerja, pada hari2 tersebut tidak bekerja
b. ada kerabat yang datang ke rumah
c. ada mainan baru yang tidak bisa dibawa ke sekolah
d. ada video/film yang sedang jadi obsesi, yang tentu saja tidak bisa dilakukan di sekolah
e. stimulus yang diberikan sekolah tidak tepat sasaran

2. konflik yang tidak teramati oleh guru, biasanya karena ada kejadian seperti:
a. terjadi “kelompok” permainan dan si anak tidak terpilih sebagai anggota
b. terjadi perebutan “kekuasaan” atas mainan, media belajar, atau bahkan perhatian guru,
c. terjadi perubahan formasi guru/asisten, dan guru/asisten yang baru tersebut “salah” dalam “menangani” si anak

3. upaya anak untuk mendapat perhatian ortu, biasanya karena ada kejadian seperti:
a. janji ortu yang tidak ditepati
b. ortu yang “sangat” sibuk bekerja dan hanya menegur jika anak berbuat “salah” sehingga anak merasa “perlu” untuk berbuat salah
c. ortu/keluarga besar sedang fokus pada hal lain, misalnya adik baru, pindah rumah, pindah kerja, dll sehingga anak merasa “perlu” untuk melakukan sesuatu yang “luar biasa”
ada beberapa hal yang biasa kami lakukan di SBB jika menemukan anak yang tidak masuk sekolah, mungkin bisa direfleksikan sendiri, apa yang ortu bisa lakukan …

1. mencatat ketidakhadiran anak dan berusaha mengingat kejadian2 khusus yang terjadi pada hari terakhir dia masuk
2. menanyakan alasan ketidakhadiran pada teman-teman sekelasnya dan pada ortu yang bersangkutan
3. menelpon si anak untuk menyelidiki alasannya dengan urutan sebagai berikut: menanyakan kabar, menanyakan permainannya selama beberapa hari di rumah, menanyakan bedanya main di rumah dengan main di sekolah, cerita tentang kegiatan2 menyenangkan yang sudah dilakukan selama si anak tidak masuk, dan terakhir bertanya kapan akan bergabung kembali ke sekolah
a. jika telpon berhasil, maka pada hari pertama sekolah, guru akan berdiskusi dari hati ke hati mengenai masalah yang sebenarnya, jika masalahnya berkaitan dengan kelas, maka guru akan mendorong si anak untuk bercerita pada teman2nya. Cerita itu dijadikan modal diskusi dan menentukan aturan main baru yang harus disepakati oleh seluruh anggota kelas.
b. jika telpon tidak berhasil, maka secara berkala guru akan datang ke rumah si anak untuk melakukan proses yang sama, bedanya sekarang dengan cara tatap muka dan sekaligus “memindahkan” kegiatan belajar di rumah …

secara khusus, mungkin kunci AWESOME dalam B-bIO bisa membantu ortu, yaitu :
1. AWare; menyadari “keunikan” masing2 anak,
2. Expose; membuka “hati” untuk bisa menerima “keunikan” tersebut,
3. Synchronize, menyelaraskan hati (ortu dan anak) dengan cara berkomunikasi secara positif,
4. cOnstruct; membangun pengalaman yang dapat memenuhi kebutuhan belajar anak (baik untuk perkembangan pikiran, perasaan, maupun perilaku),
5. autoMize; memanfaatkan intuisi yang dimiliki oleh anak sebagai mahluk pribadi maupun sosial pada anak sehingga dapat membangkitkan keinginan yang tidak disadari oleh anak (bersosialisasi sambil belajar untuk menambah ilmu dan mengasah keterampilan), dan akhirnya
6. integratE; mengintegrasikan kebutuhan belajar dalam kehidupan sehari-hari keluarga …

secara praktis, mungkin bisa baca dari notes dari Pak Subhan yang berjudul Mogok Sekolah, Tak Perlu Marah diĀ http://www.facebook.com/note.php?note_id=239420818589

salam, Yanti D.P.

Share this post

Leave a Reply