Sejak anak mulai menanyakan dan sudah dapat berkomunikasi secara lisan. Gunakan gambar-gambar yang ilmiah sebagai dasar untuk menjelaskan ada anak. Hindari menggunakan istilah-istilah yang tidak jelas.
Jika anak sudah bertanya mengenai perilaku seks, jelaskan dari sudut pandang ilmiah, ke-Tuhan-an, dan kemanusiaan. Hindari penjelasan yang salah atau bahkan menakut-nakuti karena akan berefek pada keyakinan anak mengenai perilaku seksual di masa dewasanya.
2. Sampai umur berapa saya masih boleh cium, peluk, dll pada anak?
Boleh sampai kapanpun, namun tetap harus ingat bahwa ada 3 daerah sensitif yang “selalu” mencari kenikmatan dengan caranya sendiri-sendiri, yaitu mulut (plus bibir), anus, dan alat kelamin.
Jadi, kalau mau mencium di bibir, yang hanya sekilas info saja.
Kalau mau membersihkan anus dan alat kelamin, pastikan anak tidak “berubah” ekspresinya … dan sebisa mungkin latih anak untuk dapat membersihkan dan merawat sendiri, ortu hanya mendampingi.
3. Sampai usia berapa anak boleh dimandikan oleh ortu?
Sampai anak dapat berkomunikasi lisan secara baik. Hindari mandi bersama yang berbeda jenis kelaminnya, terutama pada anak yang sudah mulai memahami perbedaan identitas jenis kelamin. Latih kemandirian anak, orang tua hanya mendampingi untuk memberi pengarahan.
4. Bagaimana dengan kami yang tidurnya bersama-sama?
Usahakan untuk meletakkan anak di dekat ortu yang sama jenis kelaminnya dan jika hendak berhubungan suami istri sebaiknya mencari waktu yang benar2 tepat untuk menghindari kasus terpergok.
5. Kalau terlanjur kepergok?
Usahakan untuk tetap tenang dan bersikap wajar. Jika kamar terpisah, maka tegur anak karena tidak meminta izin sebelum masuk kamar. Jika kamar tidak terpisah, cukup hentikan apa yang sedang dilakukan.
6. Boleh nggak kalau hanya bermesraan saja?
Kalau sudah siap dengan pertanyaan-pertanyaan anak, silakan saja. Kalau belum siap, usahakan untuk melakukan kemesraan itu sewajar dan seadil mungkin (antara pasangan dengan anak).
Tolong diingat bahwa perilaku seks tidak hanya berarti penetrasi atau hal2 heboh lainnya, namun semua perilaku yang membangkitkan passion.
Tolong diingat juga bahwa anak balita sedang tahap modelling, dan yang mendasari perilaku menirunya bukan dari apa yang dilakukan oleh orang lain tetapi ekspresi/reaksi yang ditunjukkan.
Contoh sederhana, anak melihat ibunya mengernyitkan dahi ketika memakan sayuran, maka anak akan mengasumsikan bahwa makan sayuran tidak menyenangkan, akibatnya, anak juga tidak mau makan sayuran.
7. Bagaimana dengan penyimpangan seks? Apakah anak kita beresiko untuk jadi waria kalau ortunya berteman baik dengan waria?
Khusus untuk waria dan homoseksual, menurut pengalaman, ada 2 kemungkinan utama seseorang menjadi seperti itu. Pertama karena masalah hormon, yang membuat individu itu sendiri juga merasa tidak nyaman dan berusaha untuk benar2 berubah secara fisik (melalui operasi). Ke-2 karena masalah ekonomi, di mana satu2nya cara yang terpikir untuk memperoleh uang adalah dengan berperan sebagai lawan jenisnya.
Penyimpangan seks yang lain, biasanya disebabkan oleh kemungkinan ke-3 dan 4. Kemungkinan ke-3 adalah pengaruh pengalaman traumatis (diperkosa). Sementara kemungkinan terakhir adalah pengaruh lingkungan (model).
Jika hal pertama (hormonal) yang terjadi, satu2nya jalan adalah dengan terapi medis.
Jika hal ke-dua (ekonomi) yang terjadi, banyak jalan untuk mengembalikan kesadarannya, terutama dengan memperlihatkan bahwa banyak jalan lain untuk memperoleh uang tanpa berperan sebagai lawan jenis. Untuk menghindari terjadinya perilaku menyimpang adalah dengan memperkaya perbendaharaan profesi terhadap anak, sehingga sejak kecil ia sudah memiliki banyak referensi pekerjaan yang dapat dilakukannya kelak.
Jika hal ke-tiga (trauma) yang terjadi, jalan yang terbaik adalah dengan terapi psikologis dengan dukungan lingkungan yang kondusif. Untuk menghindari terjadinya peristiwa traumatis, hendaknya orang tua memperhatikan lingkungan sosial di sekitar anak. Banyak kasus traumatis yang terjadi justru dimulai oleh orang-orang terdekat.
Jika hal ke-empat (model) yang terjadi, perubahan perilaku menyimpang dilakukan dengan cara terapi psikologis dalam dukungan lingkungan yang kondusif. Untuk menghindari terjadinya modelling yang salah, hendaknya dalam keluarga, ada contoh/model perilaku, terutama ortu, yang sesuai peran jenis yang telah menjadi norma masyarakat pada umumnya. Bagaimanapun juga ibu adalah contoh bagi anak perempuannya dan ayah adalah contoh bagi anak laki-lakinya. Jika salah satu ortu tidak dapat hadir, usahakan lingkaran luar (keluarga besar, guru, tetangga, dll) secara konsisten (walaupun tidak harus setiap hari) dapat hadir dalam kehidupan si anak.
8. Anak saya sejak kecil lebih tomboy dari anak-anak lain, apakah dibiarkan saja atau harus saya paksa supaya mau berpakaian seperti anak perempuan lainnya?
Dikatakan tomboy hanya karena lincah dan tidak mau pakai rok khan ya? Kalau hanya karena itu, tidak perlu khawatir. Biarkan saja.
Bagaimana kita mau mengatakan bahwa anak perempuan harus pakai rok sementara sehari-hari dia lihat perempuan2 yang menggunakan celana panjang? Bagaimana kita mau mengatakan bahwa anak laki-laki harus pakai celana jika setiap kali dia melihat ayahnya mengganti celana dengan sarung ketika mau sholat?
Bagaimana kita mau mengatakan bahwa anak perempuan harus kalem kalau sehari-hari dia lihat ibunya, pembantunya, dan orang2 di tv melakukan berbagai kegiatan sekaligus untuk pekerjaan domestik?
Pastikan saja bahwa ayah dan ibunya saling mencintai. Ayahnya yang laki-laki menikahi ibunya yang perempuan. Dan ibunya yang perempuan menikahi ayahnya yang laki-laki. Jika itu dilakukan dengan baik, percaya lah, akan ada laki-laki yang tepat untuk anak ibu.
9. Beberapa kali saya melihat anak saya masturbasi, bagaimana cara menyikapinya?
Perilaku anak yang memainkan alat kelaminnya sebenarnya tidak berkonotasi/berarti sama dengan orang dewasa. Perbuatan ini tidak dilakukan atas dorongan untuk menyalurkan keinginan berhubungan seksual melainkan salah satu fase yang normal pada usia 4 – 6 tahun. Beberapa hal yang mungkin terjadi :
a. anak secara tidak sengaja menemukan kenikmatan ketika sedangmembersihkan alat kelaminnya
b. anak secara tidak sengaja menemukan video/adegan yang memperlihatkan perilaku masturbasi dan menangkap ekspresi positif yang ingin dialaminya juga
c. anak secara tidak sengaja menemukan ortunya sedang berhubungan suami istri
Cara menyikapinya:
a. tetap bersikap tenang dan wajar
b. alihkan perhatiannya ke aktivitas lain
c. jelaskan beberapa hal penting mengenai kesehatan dan fungsi alat kelamin dari sudut pandang ilmiah, ke-Tuhan-an (aturan agama), dan kemanusiaan (kehormatan dan sosialisasi)
d. tegur jika langka a – c telah dilakukan
10. Bagaimana menjelaskan pada anak bahwa saya tidak sholat ketika sedang menstruasi?
Gunakan dalil-dalil sebagaimana yang telah digariskan oleh agama, jika terbiasa sholat bersama, maka jelaskan dan tunjukkan pada anak bahwa ibunya tetap berdoa walaupun sedang tidak sholat pada saat itu sembari mendampingi anak untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan yang sudah ditetapkan.
11. Bagaimana kalo si anak dah terlanjur nonton vcd porno ato acr tv yg menampilkan kemolekan tubuh?
Jika sudah seperti itu yang bisa kita lakukan adalah memberikan penjelasan terhadap apa yang sudah dilihat anak dengan mengajaknya ngobrol, setelah itu gantilah memori anak yang lama dengan menunjukan kepadanya hal2 yang baik.
Prinsip yang dipakai adalah prinsip menjernihkan kopi dalam gelas. Jika kita mau menjernihkan kopi tanpa menumpahkan kopinya, maka kita tuangkan air jernih sejumlah air kopi ke dalam gelas itu. Maka dengan sendirinya kopi akan keluar dan gelas terisi air jernih.
Nah, jika kita terus menerus memperlihatkan kpd anak hal2 yg baik, maka lama2 ingatan anak tentang vcd porno akan tergantikan dengan yang baik…
Jika info anak datang dari mata, maka gantilah dengan info dari mata pula.
Jika dari telinga, maka gantilah dari telinga pula.
Mata dan telinga adalah jendela informasi yang akan masuk ke hati yg selanjutnya mempengaruhi perilaku…
12. Tempat tinggal kami di rumah susun, jadi seringkali istri ganti baju di depan anak2, karena keterbatasan ruang. Bagaimana mengatasinya?
Orang tua harus rela berkorban demi anaknya, intinya. So, mudah saja mengatasi hal ini.
Biasakan orang tua berganti baju di kamar mandi. Mungkin awalnya agak ribet, karena harus bawa baju bersih ke kamar mandi segala, dsb. Tapi kalau sudah dibiasakan akan menjadi ringan.
Termasuk berhati-hatilah pada saat mau berhubungan dengan pasangan. Pastikan semuanya aman terkendali
….
13. Bagaimana mengawasi anak agar tidak nonton acara tv yang kadang tidak pantas di tonton anak-anak, misalnya gosip, sinetron dewasa, acara kriminal, dsb?
Sekali lagi orang tua harus berkorban. Dampingi anak saat menonton tv dan berikan penjelasan tiap anak bertanya. Jika tiba-tiba ada gambar yang tidak pantas di tv segera ganti chanelnya. Rangsang anak untuk berpikir saat menonton tv, karena dengan berpikir maka otak akan berkembang.
Ada kasus juga saat anak sedang nonton kartun, tiba-tiba ibunya mengganti chanel untuk nonton gosip. Nah, ini harus dihindari, karena jangan sampai kita memuaskan kebutuhan kita tapi mengorbankan psikologis anak.
14. Bagaimana meminimalkan pengaruh buruk teman atau saudara sebaya yang dekat dengan anak kita? Anak kita jadi berbicara jelek dan berperilaku buruk.
Kalau memungkinkan bicarakan dengan orang tuanya agar menasehati dan mendidik anaknya. Kalau gagal, jauhkan anak dengan teman tersebut semaksimal mungkin. Pilihkan teman2 yang baik.
Salah satu caranya bisa dengan mengumpulkan teman2 di lingkungan tempat tinggal nya untuk bermain di rumahnya. Biarkan mereka bermain dengan anak kita. Dengan begitu kita lebih mudah mengontrol anak2 kita, sekaligus anak2 juga senang….
Salam, Yanti D.P.
Recent Comments