Perubahan      pandangan      dalam      dunia      pendidikan      dan      berbagai perkembangan  dalam ilmu pengetahuan,  teknologi, dan seni (Ipteks) membawa dampak pada berbagai aspek pendidikan, termasuk pada kebijakan pendidikan. Jika pada awal-awal kemerdekaan, fokus perhatian pemerintah lebih tertuju pada jenjang pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, maka secara berangsur-angsur setelah itu, perhatian pemerintah  juga tertuju pada pendidikan  sebelum jenjang pendidikan dasar, yaitu pendidikan anak usia dini (PAUD).

Perhatian   tersebut   akhir-akhir   ini  bahkan  semakin   meningkat   setelah berbagai   penelitian   di  bidang   gizi,  neurologi,   psikologi   perkembangan   dan pendidikan menunjukkan pentingnya PAUD. Hasil-hasil studi di bidang neurologi mengungkap  antara  lain  bahwa  ukuran  otak  anak  pada  usia  2  tahun  telah mencapai 75 % dari ukuran otak ketika dia dewasa dan pada usia 5 tahun telah mencapai 90 % dari ukuran otak setelah ia dewasa (Santrock, J.W., 2002). Ini berarti bahwa pada usia dinilah, bahkan sejak dalam kandungan, terjadi perkembangan  otak, kecerdasan, dan kemampuan belajar anak yang signifikan. Sementara  itu  para  ahli  gizi  menyimpulkan  bahwa  pembentukan  kecerdasan pada  masa  dalam  kandungan  dan  usia  dini  ternyata  sangat  tergantung  pada asupan gizi yang diterima. Makin tinggi kualitas asupan gizi yang diterima, makin tinggi pula status kesehatan anak, dan tinggi-rendahnya  status kesehatan anak yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kemampuan belajar.

Hasil     penelitian      longitudinal      di     bidang     psikologi     perkembangan menunjukkan  bahwa  kondisi  kehidupan  awal memiliki  pengaruh  perilaku  pada usia  dewasa.  Perilaku  ini  dapat  bersifat  positif  maupun  negatif  yaitu  berupa perilaku prososial maupun anti sosial (Olsen, SF dan Maertin, P, 1999; Saltaris, et all,  2004; Karr-Mose & Wiley, 1997 dalam Young, 2002).

Di  bidang  pendidikan,  hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  keterlibatan orang tua dalam memberikan alat permainan yang sesuai dengan usia anak, dan pemberian stimulasi yang bervariasi dalam aktivitas keseharian menjadi prediktor terhadap  perkembangan   IQ  anak  (  Shaver,  David  R,  1993).

Begitu  pula sebaliknya, ketidakkeharmonisan  dalam keluarga, sikap dingin, penolakan kehadiran   anak   dan  pemberian   hukuman   yang   tidak   sesuai,   berpengaruh terhadap perkembangan perilaku menyimpang. ( Young, 2002; Shaver dan David R, 1993).  Demikian juga perhatian dan dukungan emosional orang tua terhadap anak  pada  usia  dini  berpengaruh   terhadap  tinggi-rendahnya   perkembangan kognitif anak (Lawson, Katharine R dan Ruff, Holly A, 2004).

Uraian di atas mengisyaratkan bahwa PAUD merupakan satu tahap pendidikan  yang tidak dapat diabaikan  karena ikut menentukan  perkembangan dan  keberhasilan   anak.   Seiring   dengan   perkembangan   pemikiran   di  atas, tuntutan  dan  kebutuhan  layanan       pendidikan  anak  usia  ini  pada  saat  ini cenderung semakin meningkat. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya  pendidikan  anak  usia  dini,    kesibukan  orang  tua,  dan  banyaknya sekolah  dasar  yang  mempersyaratkan   calon  siswanya  telah  menyelesaikan pendidikan      di     Taman      Kanak-kanak      telah      mendorong      tumbuh      dan berkembangnya  lembaga  penyedia  layanan  pendidikan  anak  usia  dini, seperti Taman  Penitipan  Anak  (TPA),  Kelompok  Bermain  (KB),   Taman  Kanak-kanak dan Satuan  PAUD  Sederajat  (SPS).  Sebagai  dampak  dari kecenderungan  ini, banyak  lembaga  PAUD  dan  lembaga  penyiapan  guru  anak  usia  dini  dalam berbagai bentuknya muncul diberbagai tempat, bahkan pengamatan sepintas menunjukkan  ada  yang  menyelenggarakan   program  tersebut  dengan  kondisi yang kurang layak.

Terlepas dari kecenderungan yang meningkat pesat, mungkin tidak semua orang   tua   memahami   bahwa   ”pendidikan   usia   dini   adalah   suatu   upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang   dilakukan   melalui   pengasuhan,   pembimbingan   dan   pendidikan   untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak agar memiliki kesiapan dalam memasuki  pendidikan  lebih  lanjut”  (Undang-Undang   nomor  20/2003  tentang Sistem Pendidikan Nasional). Pemahaman yang dimiliki orang tua barangkali terbatas  pada  kebutuhan  bahwa  anaknya  harus  masuk  TK  sebelum  ke  SD, bahkan banyak yang mengharapkan agar anaknya sudah mampu membaca, menulis   dan   berhitung   setelah   menyelesaikan   pendidikan   di  TK.  Padahal pendidikan TK tidak mengharuskan  pencapaian kemampuan membaca, menulis dan berhitung.

Melihat kondisi di atas,  maka kebutuhan penyiapan pendidik yang mampu mengasuh  dan membimbing  anak  usia sejak lahir sampai  6 tahun merupakan suatu keharusan.  Pendidik  anak usia dini ini disebut sebagai guru PAUD, baik yang  mengajar  di  TK  maupun  di  KB  dan  TPA.  Merujuk  Undang-Undang  RI Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 1 ayat 1 dinyatakan  bahwa guru adalah pendidik profesional   dengan      tugas      utama      mendidik,     mengajar,      membimbing, mengarahkan,  melatih,  menilai,  dan mengevaluasi  anak  pada jalur pendidikan formal,   serta   pada   jenjang   pendidikan   dasar   dan   pendidikan   menengah, termasuk pendidikan anak usia dini.

Oleh karena itu , sebutan guru PAUD tidak hanya berlaku bagi pendidik yang bertugas di jalur pendidikan formal saja tetapi juga   pada   pendidikan   nonformal,   dan   informal.   Kenyataan   di   lapangan menunjukkan  bahwa  sebutan  bagi  para  pendidik  KB  oleh  anak  disebut  juga ”guru”.  Para  guru  PAUD  yang  profesional  hendaknya  dihasilkan  oleh  LPTK melalui program PG-PAUD.

Agar mampu melaksanakan  tugas sebagai  pendidik  anak usia dini, guru PAUD harus dipersiapkan  melalui Pendidikan  Guru PAUD (PG-PAUD). Sehubungan dengan itu, perlu upaya yang terencana dan sistematis untuk menyiapkan   PG-PAUD.   Naskah   akademik   ini  bertujuan   untuk  memberikan landasan yang kokoh bagi terselenggaranya  PG-PAUD yang lulusannya mampu memberi layanan bagi anak sejak lahir sampai dengan 6 tahun.

NASKAH AKADEMIK PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PG-PAUD) DEPDIKNAS (01)

Share this post

Leave a Reply