hmm … soal membaca untuk anak TK, atau lebih tepatnya anak pra sekolah … saya sebenarnya pernah menulis tentang hal ini, cuma lupa adanya di mana … di notes FB, di blog, atau menjawab di forum lain …
well … perkembangan bahasa anak itu luar biasa, bahkan dimulai sejak dari janin, sekitar 10 minggu sebelum dilahirkan, yaitu saat ia mulai merespon suara-suara ibu, itu sebabnya anak biasanya dapat tenang dari tantrumnya ketika mendengar suara ibunya dan didekap dengan lembut … (berasa masih di dalam perut ibu tuh)
nah, perkembangan bahasa sangat berkaitan dengan banyak hal, termasuk di antaranya adalah kesiapan membaca …
lha, berarti dari dalam janin sudah bisa diajarkan membaca?
ya belum tho ya, khan belum bisa melihat … hehehe … sampai usianya di 6 bulan adalah kesempatan emas untuk memperkenalkan berbagai macam bahasa
dan sampai usianya 4/5 tahun adalah kesempatan emas untuk mengajarkan grammar … (salah satu alasan mengapa native speaker biasanya jauh lebih bagus grammar-nya dibandingkan dengan orang yang baru belajar bahasa asing setelah dewasa) …
ok … balik lagi ke membaca …
jadi sebenarnya membaca bisa diajarkan setelah melihat?
jawabannya … iya … (khusus tuna netra akan saya bahas lain kali ya)
penjelasan sederhananya begini …
sejak dalam janin, anak mulai belajar membedakan berbagai suara (kata-kata dalam bahasa lisan) dan efeknya terhadap emosi ibu
ketika lahir, terjadi over mass production atas perkembangan sel otak sampai sekitar usia 6 bulan – 4 tahun (berbeda-beda untuk setiap jenis kebutuhan, misalnya bahasa, angka, konsep, dll, lihat grafik di bawah ya)

nah … jika pada saat keemasan itu anak diperdengarkan dengan banyak suara (kata-kata dalam bahasa lisan) maka kosa katanya akan meningkat dengan pesat, walaupun dia sendiri belum bisa mengucapkan kata-kata secara tepat sampai sekitar usia 2 tahun-an …
nah … kekayaan perbendaharaan kata itu, yang akan menjadi modal bagi kita untuk mengenalkan anak cara mengkomunikasikannya dalam bentuk tulisan … jadi jangan harap kalau lingkungannya terdiri dari orang-orang yang pendiam (alias jarang sekali berbicara pada anak) maka anak kita akan cepat bisa membaca …
karena bagaimanapun juga … setiap kata yang kita ucapkan adalah sekumpulan huruf yang terangkai dengan baik dan disepakati maknanya oleh banyak orang …
rangkaian huruf itu, untuk anak-anak yang logikanya belum sampai ke “1 + 1 = 2″, akan sama artinya dengan “bentuk apel = kata apel”
artinya, ketika kita mengajarkan anak balita yang logika matematikanya belum berkembang baik (belum paham identifikasi, klasifikasi, dan urutan), maka kita tidak mengajarkan dengan model “m e me” atau “j a ja” atau “m e … me … j a …. ja ….. jadi me … ja …”
kita mengajarkan anak untuk mengenalkan kata itu secara utuh bersamaan dengan benda nyata (minimal replika atau gambar)
“Ini (tunjuk dan ajak sentuh bendanya) meja, m e j a, meja”
Nah … seperti yang biasa saya katakan … bermain itulah belajar dan sebaliknya belajar itulah bermain bagi anak-anak …
maka … syarat utama untuk mengajarkan anak membaca adalah sesuai dengan persyaratan bermain, yaitu menyenangkan dan suka rela …
selain itu … sejalan dengan maunya otak yang mengolah masukan dari “dunia” luar jika telah melewati ribuan pusat penerima rangsang, maka proses bermainnya harus eksploratif dan memanfaatkan keseluruhan panca indera …
jadi …jawaban saya untuk pertanyaan dalam judul artikel “Anak TK Tidak Boleh Diajari Membaca?” adalah “Boleh, asal caranya tepat, menyenangkan, sukarela, dan eksploratif”
segitu dulu ya …
salam, Yanti D.P.
Recent Comments