Hari ini ada sebuah klinik yang mencoba mengajak Bintang Bangsaku untuk bekerja sama dalam menyediakan terapi bagi ABK …

Dengan penuh harapan saya turun dan menemui mereka, siapa tahu anak-anak bisa mendapatkan terapi yang lebih optimal dibandingkan dengan yang sanggup diberikan oleh sekolah.

Setelah berbincang beberapa saat, saya disodori selembar kertas yang memuat angka-angka …

Tepat pada saat yang sama seorang anak menghampiri untuk meminta isolasi guna memperbaiki kertas kerjanya yang sobek terkena air … anak yang berjalan dengan kaki terseret dan tangan terlipat kaku …

Pandangan ini beralih dari kertas berisi angka-angka ke binaran mata anak itu …

Saat itu juga terngiang kata-kata dari salah satu ortu ABK … “Kak, saya ini sudah tidak lagi menjadi sapi perah, saya sudah jadi kambing perah …”

Terlintas lagi semua percakapan dalam persiapan roadshow … yang intinya adalah menyebarluaskan idealisme kami dan sekaligus mencari tambahan dana untuk dapat memiliki rumah kecil yang membuka pintunya lebar-lebar bagi semua anak …

Bintang Bangsaku memang hanya satu, yang masih meminjam rumah tua di depan Kuburan Karet Tanah Abang, tetapi dengan keberadaan roadshow … … virus idealisme kami bisa menyebar ke mana-mana … sehingga tidak ada lagi anak yang dijadikan “kambing perah”, baik ABK maupun yang normal …

Insya Allah …

salam hangat,

Yanti D.P.

Share this post

Leave a Reply