secara mendasar, apa yang ditangkap oleh pandangan kiri akan diolah oleh otak bagian kiri, demikian juga dengan yang kanan (posisi lateral) …

namun, apa yang ditangkap oleh kedua mata (posisi medial) dengan baik akan diolah secara bersilangan …

mengapa? karena otak akan melakukan pengolahan data secara spesifik sesuai dengan jenis data dan alur masuknya …

untuk ilustrasi … jika kita ibaratkan lembar kerja itu adalah papan iklan yang diletakkan di pinggir jalan tol, yang membuat kita hanya bisa melirik sepintas tanpa memfokuskan pandangan, maka informasi yang berkaitan dengan logika dan hal-hal ilmiah lainnya sebaiknya diletakkan di sebelah kiri agar tertangkap dan langsung diolah oleh bagian kiri otak yang mempunyai karakteristik dominansi di ranah logika, analitis, serta pengolahan data dan fakta yang tepat …

sementara jika iklan itu berusaha menawarkan benda atau jasa yang berkaitan dengan gaya hidup, kenyamanan, maka sebaiknya diletakkan di sebelah kanan jalan agar langsung diolah oleh otak kanan yang berpreferensi pada estetika …

jika produk atau jasa yang ditawarkan merupakan gabungan dari keduanya … letakkan di tengah (misalnya di jembatan penyeberangan …) karena data dari sudut pandang medial akan diolah oleh kedua belahan otak sehingga data akan dipertimbangkan dari segi logika maupun estetika …

Nah …

implikasinya jika dikaitkan dengan lembar kerja yang akan diberikan di kelas …

kertas ataupun media belajar tidak bisa diletakkan di kiri maupun di kanan siswa, karena waktu yang relatif panjang akan membuat konsentrasi pandangan yang terjadi di kelas lebih bebas dibandingkan dengan di jalan tol …

artinya … secara bersamaan lembar kerja tersebut akan diolah dari sudut pandang logika maupun estetika …

konsekuensinya … agar bisa menarik perhatian/minat siswa, maka lembar kerja tersebut harus dapat memenuhi kebutuhan dari masing-masing belahan otak secara bersamaan, yaitu data yang tepat dan akurat namun sekaligus berkaitan dengan kehidupan dan estetika seseorang …

jika lembar kerja hanya berupa data dalam bentuk angka atau tulisan, maka hanya otak kiri yang mengolah sementara otak kanan berusaha memenuhi kebutuhannya dengan cara mencari-cari kenyamanan di tempat lain (ngalamun, mencoret-coret kertas dengan gambar, mencari penyelamatan/contekan, dlsb)

sebaliknya jika lembar kerja hanya berupa stimulasi keindahan maka secara otomatis otak kiri akan berupaya memenuhi kebutuhannya dengan berbagai cara, misalnya mencari-cari makna dari stimulus tersebut, memikirkan berbagai langkah yang akan diambil setelah tugas terselesaikan, dan lain sebagainya …

secara sederhana,
jika dikaitkan dengan metode mind mapping … keberhasilan metode tersebut sungguh sangat dimengerti, stimulasi yang berupa estetika (gambar) maupun data (kata maupun angka) disajikan bersamaan dan berpusat di tengah kertas …

sementara di sisi lain, seberapa banyak siswa yang mengalami kebosanan akut saat berada di dalam kelas atau keengganan yang luar biasa saat harus menyelesaikan pr hanya karena data yang ditangkap oleh mata ternyata melulu berupa angka atau huruf?

sudah jelas atau masih bingung?

hmm … kalau masih … kapan-kapan ikut pelatihannya saja ya ….

salam,

Yanti D.P.
Bintang Bangsaku

Share this post

Leave a Reply