Beberapa saat lagi tahun ajaran yang baru akan dimulai dan orang tua kembali disibukkan dengan pencarian sekolah, buku-buku pelajaran, seragam, atau bahkan tempat-tempat kursus untuk persiapan tes masuk sekolah yang diidamkan.

Kali ini saya ingin mengingatkan kembali pada para orang tua untuk memilih sekolah, khususnya Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak yang sesuai dengan karakter anak dan visi keluarga.

Tidak ada yang mengenali anak Anda sebaik Anda sebagai orang tua yang sangat berperan dalam mengukir pribadi anak. Tidak gurunya, tidak pengasuhnya, tidak terapisnya. Andalah yang tahu karena adanya kontak bathin yang kuat antara anak dengan orang tuanya.

Manfaatkan kontak bathin tersebut untuk dapat merasakan kenyamanan dan antuasiasme anak dalam proses pemilihan sekolah. Rasakan betul, apakah anak benar-benar merasa nyaman di sekolah yang termasuk dalam pilihan.

Terkadang, kita, orang tua, memilih sekolah berdasarkan prestasi siswa, gelar guru, fasilitas fisik, dan faktor-faktor lain yang dapat mengharumkan nama sekolah tersebut. Namun, anak Anda bukanlah sarana Anda untuk membayar hutang di masa lalu, atau di masa kanak-kanak Anda.

Mereka mempunyai dunianya sendiri. Mempunyai masa kecilnya yang unik, yang berbeda dengan yang Anda miliki. Mempunyai keinginan pribadi yang walaupun belum bisa dikatakan dengan tata bahasa yang benar.

Mereka juga memiliki kelebihan dan ketebatasan yang berbeda dengan Anda.

Intinya, mereka berbeda. Mereka adalah pribadi yang unik yang masih memerlukan bimbingan untuk dapat mencapai aktualisasi diri yang optimal.

Tidak adil rasanya kalau membandingkan anak Anda dengan Anda, ataupun anak Anda dengan anak-anak lain.

Tidak adil juga kalau menuntut mereka mencapai yang sudah Anda capai, atau malah tidak berhasil Anda capai.

Lebih tidak adil lagi kalau kita memilih sekolah berdasarkan prestasi siswa-siswa di sekolah tersebut dan menuntut anak kita meraih prestasi yang sama atau bahkan lebih.

Tolong, ijinkanlah anak bisa berkembang menjadi dirinya sendiri. Ijinkanlah anak untuk belajar di tempat yang ia merasa nyaman dan aman.

Salam,

Yanti D.P.

Share this post

Leave a Reply