untuk matematika … khususnya menghapalkan, sampai saat ini saya masih mempercayai bahwa menghapalkan perkalian baru bisa dilakukan setelah anak menguasai urutan, simbol, dan konsep dari angka itu sendiri plus konsep dari penjumlahan maupun pengurangan …
misalnya kita mau mengajarkan anak sampai ke perkalian 5, berarti angka maksimalnya adalah angka 50, maka anak sudah harus melafalkan urutan dan simbol angka dari 1 – 50 tanpa kesalahan … dan juga sudah harus menguasai konsep penjumlahan 5 + 5 + 5 + 5 +5 +5 +5 +5 +5 + 5
itu cara yang benar lho … kalau kita mau anak menggunakan kapasitas otaknya lebih dari sekedar menghapalkan, tetapi menguasai konsep …
kalau pakai cara yang instan ya … langsung menghapalkan tanpa memahami konsepnya …
tapi … kalau ditinjau dari teori taksonomi tujuan pembelajaran … kekurangannya sistem pendidikan di Indonesia ya itu … hanya hapal tapi tidak paham … kasihan khan? sama aja dengan bisa membeli tetapi tidak bisa merawatnya …
hmm..makasih tipsnya… lam kenal
Sama-sama
Salam kenal juga,
Yanti D.P.